lonjakan-lonjakan emosi

pln2 gambar di samping adalah kurva perkiraan beban untuk hari ini, hari idul fitri ini.. saya sangat menunggu hari ini karena ingin melihat bagaimana kurva perkiraan beban yang hanya terjadi sekali setahun ini di pln p3b jawa bali, Indonesia ini..

ini adalah kurva perkiraan.. yang warna biru adalah rencana kurva beban, sehingga daya yang dihasilkan dari pembangkit yang disiapkan adalah di sekitar kurva yang berwarna biru tersebut, sedangkan kurva yang berwrna merah adalah kurva realisasi, atau kurva beban yang sebenarnya terjadi di lapangan..

mengapa kurva ini menjadi yang saya tunggu2 di hari lebaran ini? karena kurva ini sangat jauh berbeda dari kurva2 di hari biasa lainnya.. dan pada hari idul fitri ini justru pln harus bersiaga penuh karena harus siap2 untuk menyalakan banyak pembangkit dengan tiba-tiba karena ada kecuraman/lonjakan beban yang terjadi ketika pukul 17.00-18.00.. di sini lah titik kritis itu.. ini lah yang membuat kurva ini begitu istimewa..

pada hari biasa,, biasanya puncak beban berada ketika jam 14.00-15.00.. dan itu juga stabil, maksudnya tidak ada perubahan yang sangat curam seperti ketika idul fitri ini.. hal ini dikarenakan ketika idul fitri, semua kegiatan perkantoran, pertambangan, industri, pertokoan, dll libur semua, sehingga mereka tidak mengkonsumsi daya seperti di hari2 lainnya,, namun ketika memasuki malam.. hampir secara bersamaan semua masyarakat menyalakan lampu, tivi, dan semua alat elektroniknya sehingga diperkirakan beban puncak akan berada pada pukul 6 sore nanti..

istimewanya kurva ini adalah karena dalam mengeluarkan hasil kurva ini, dibutuhkan rapat dengan banyak pihak,, berbeda dengan kurva  pada hari biasanya.. kurva pda idul fitri ini juga harus diliat ketika kurva beban idul fitri setahun yang lalu, dan juga tahun2 berikutnya.. dan pada saat ini lah yang rawan, karena generator akan “bergoyang” ketika beban meminta supply tapi supply belum begitu banyak yang diproduksi atau dikeluarkan.. oleh karena itu hari ini sebenarnya orang2 di pembangkit dan p3b sana sedang siaga penuh..

jadi sebenarnya lebih susah untuk mengontrol beban yang tiba2 naik tajam seperti hari khusus ini, dibandingkan dengan hari biasa lainnya..lebih baik kalau di sisi beban juga naiknya secara berangsur2, tidak tiba2 langsung melonjak..

seperti itu juga manusia dalam kehidupannya.. seringkali dalam emosi manusia juga seperti itu..ketika manusia sedang emosinya riang-gembira, tertawa hahahiihi.. tiba2 dia ga taunya menangis,, menangis yang sejadi2nya.. ketika tadi emosinya sedang berada “bawah” tiba2 melonjak tajam langsung “ke atas”, ini pasti akan berdampak yang tidak begitu baik bagi manusia.. lebih baik agak stabil,, jangan terlalu naik turun apalagi kalo sampai curam gitu naik turunnya.. pastinya bila kita dapat mengontrol emosi kita, pasti akan terasa lebih baikkk.. semangat semuanya..

Gbu

Explore posts in the same categories: POWER, opini

3 Comments on “lonjakan-lonjakan emosi”

  1. Keffi Says:

    abang,,,
    kepikiran ajha ngeliat kurva ini..
    memanglah ya anak power,mainannya listrik..
    hehe..
    tapi emang bener bergetar ya klo ada lonjakan beban?
    whuih,serem juga klo gitu.
    klo pembangkit ga kuat nahan beban,bisa ada pemadaman ga?

    kayak manusia yang suka harakiri,mungkin dia saking ga kuatnya nahan beban sampai “memadamkan” jiwanya..
    hiks..

    manusia kurvanya mungkin lebih heboh lagi,bang.
    kyk yang aku alami hari ini.
    berinteraksi dengan emosi dan kelabilanku itu ngga gampang,apalagi mendekati tanggal2 tertentu..
    jadi lebih sering nangis..
    hehehe…

    semoga kurva emosimu berfluktuasi dalam batas normal dan menyenangkan,ya,bang..

    have a nice day..
    GBU

  2. petra Says:

    halah,
    intinya cuman di 1 paragraf terakhir :P

  3. davidgultom Says:

    eitss ada yang salah, yang dimaksud beban puncak terjadi pada pukul 19.00,,
    @keffi: bukan ga kuat nahan beban,, maksudnya kalo pembangkit ga siap buat menyuplai ke beban, bisa2 beban2 tersebut ga teraliri listrik, jadi rugi di konsumen..

    kalo di sistem yah,dek.. kalo pembangkit ga kuat untuk memenuhi permintaan daya, maka ya si konsumen yang dikorbankan, bakal di-trip (atau dibuang beban nya) dengan kata lain dipadamkan listrik ke beban itu.. ini fungsinya buat mengamankan si pembangkit,, kalo ga gini bisa2 black out ntar,hehehe..

    iya, kalo manusia lebih berfluktuasi lagi yah.. kamu juga semangat yah.. eh,mendekati tanggal2 tertentu apa tuh?hehe.. “tamu bulanan” yah? heheh..

    iya dek..kurva emosi mu juga semoga dalam batas normal yahhh..
    semangat!

    Gbu


Comment: