sepucuk surat untuk malaysia
Dear Malaysia,
Bagaimana kabarmu di sana? kuharap keadaanmu baik-baik saja..namun, saat ini kabarku tidak begitu baik.. haii,, kudengar2 kau sekarang semakin “makmur” yah.. kau semakin “mempesona”.. dan kau semakin “menawan”
bagaimana tidak kau bisa semakin “mempesona”?
bagaimana tidak kau bisa semakin “menawan”?
yaaa.. kau terlihat begitu sempurna di mata dunia ketika kau memperkenalkan negri mu dengan budaya dan kesenian dari negri ku…
kau mulai mengambil aset2 bangsa ku..
dan sekarang, apalagi ulahmu?
kali ini kau mulai mengklaim pulau jemur sebagai bagian dari negaramu…
wow!! hebattt… salutttt.. memang kau lah yang paling “pintar”,,
kau lah yang paling “jago”..
ketika dahulu (atau mungkin masih sampai sekarang..) kita menyebut diri kita bersaudara karena kita sama2 bangsa melayu,, ketika kita memang sudah mulai dekat dan merasa seperti “saudara kandung”.. kau mulai merasa bahwa milikku adalah milikmu juga.. budaya ku adalah budaya mu juga,, pulau ku adalah pulau mu juga, kesenian ku adalah kesenian mu juga.. tapi bukan begitu caranya, sobat! bukan dengan cara mengklaim bahwa budaya ku, pulau ku dan kesenianku adalah milik mu..
Kau bahkan tidak tahu asal usul budaya itu, bagaimana bisa itu adalah kepunyaanmu!?
Kau bahkan tidak pernah menggunakan alat2 kesenian ku, bagaimana bisa kau mengakui itu sebagai milik mu!?
dan Kau bahkan tidak pernah merawat pulau ku, bagaimana bisa kau mengKLAIM itu milikmu!??
Terimakasih kawan, karena kau memang sebegitu mempunyai rasa kepemilikan atas kepunyaanku..
lain kali apa lagi yang akan kau ambil dari pada ku?
salam, sahabatmu,,
INDONESIA..
Tags: indonesia, malaysia, pulau jemur
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
September 7, 2009 at 10:41 pm
gimana kalo kita serang aja? hehe..
kalo gitu siapkanlah dari sekarang prajurit-prajurit yang siap menyerang tanah malaysia ini, tapi kita serang dengan “Kasih” Vid,hoho..mengingat hubungan kekerabatan kita masih dekat, muka ngga jauh2 beda kayenya lebih mudah untuk menyerangnya..Siap kau Vid? haha..pake ilmu “risk”mu itu, kita rebut suatu saat Malaysia!
parlin
September 8, 2009 at 4:03 am
tulisan yang amat baik.Tajam.To the point.Mengena.
Hehe.seperti mewakili suara hati indonesia.Tapi kita harus belajar terus mengasihi mereka juga ya bro,yang bahkan tampak terus ‘mengambil keuntungan demi keuntungan dari kita’.Belajar dari Dia saja.Aku juga masi belajar.
Tuhan mengasihimu!
September 8, 2009 at 8:36 am
@bang parlin: aminnnn.. kita rebut malaysia dengan “senjata” KASIH.. i believe that love can change people esp for malaysian..hoho
@bang tigor: Siap bos! iya aku juga msih belajar bro tentang itu…
Semangat!
Gbu
September 12, 2009 at 3:16 am
ahaiiiyy..blog stats nyaaaahh!!
pis daviiid…hihihihiii…
*komen tidak penting sepanjang masa..
September 12, 2009 at 3:19 am
eh..btw…ngomong2 soal malaysia..
nih aku kasi link blog pak armein..semoga bermanfaat..:)
http://azrl.wordpress.com/2009/09/12/stop-sweeping/
September 15, 2009 at 4:13 pm
ahahaha..
ini lebih bagus,bang.
dituangkan dalam tulisan..
aku sempat khawatir akan tindakan2 lebai apa yang akan kau lakukan terhadap malaysia..
hehehe..
tulisannya bagus,,
bang parlin tanggapannya bagus banget..
setuju,,,
memang cuma hukuman KASIH yang harus kita berikan…
hidup KASIH,,
eh,salah..
hidup si DIA yang meNGASIHI kita…