tolong..
Tolong..
ya, mungkin kata ini seringkali terlewatkan dalam kehidupan kita ketika kita ingin meminta pertolongan seseorang..
tapi yang ingin saya ceritakan di sini bukan mengenai makna atau filsafat mengenai kata ini..
2 hari yang lalu saya menonton program televisi swasta yang berjudul “TOLONG”.. saya menyalakan televisi saya ketika baru sampai di kosan dan melihat program ini ketika sudah di tengah2 acara.. jadi saya tidak tahu awal nya seperti apa.. tapi ada sesuatu yang sangat menarik bagi saya ketika menonton acara ini..
ada seorang anak kecil yang meminta tolong kepada orang2 untuk membeli barang2 bekasnya dia,, (saya tidak tahu untuk keperluan apa dia menjual ini) saya melihat dia menjual botol bekas dan lainnya.. tidak ada seorangpun yang mau membantu anak kecil ini..
sampai suatu ketika dia menghampiri seorang ibu pemulung dan ibu ini tergerak hatinya karena melihat anak ini yang benar2 membutuh kan uang tersebut.. dia membeli barang bekas itu, padahal penghasilan dia saja tidak seberapa, namun dia mau membantu anak kecil itu..
Tim dari “TOLONG” ini menghampiri ibu itu.. ibu itu kemudian diberi uang kira2 500 ribu rupiah karena telah mau membantu si adik kecil itu,,
nah,, di bagian ini lah yang menarik bagi saya..
si ibu ini justru tidak mau menerima uang itu.. dia kaget, dan merasa sangat takut sekali dengan uang itu, karena bagi dia uang itu terlalu banyak dan dia takut kalo ada hal2 jahat yang akan menimpa dia bila dia menerima uang itu.. jadi uang itu ditaruh begitu saja di pinggir jalan sambil meninggalkan tempat itu,, dia sungguh tidak berminat untuk menerima uang tersebut.. dia berkata saya memang orang miskin, saya takut menerima itu,, saya juga sudah biasa kok makan sampah.. orang dari tim “TOLONG” ini juga mencoba berkali2 meyakinkan si ibu ini kalo ini adalah rejeki dia.. tapi si ibu ini tetap saja menolaknya.. anak si ibu ini yang juga seorang pemulung juga mencoba meyakinkan si ibu untuk menerima uang ini.. namun tetap saja tidak mau..
sampai pada akhirnya si ibu ini nyamperin anak yang tadi dia tolong, dan dia menyuruh anaknya itu untuk memberikan uang itu buat si anak kecil tadi saja, untuk membantu dia beli buku nya.. tapi si anak kecil itu bilang itu adalah rejeki si ibu.. si ibu ini pun akhirnya bingung.. dia tetap bersih kukuh tidak mau menerima uang itu.. walaupun akhirnya dia menerimanya dengan rada berat hati..
Wew,, padahal ketika saya menonton ini dan melihat si ibu ini mau menolong si anak ini dalam pikiran saya pasti si ibu ini seneng banget dapet rejeki, namun selang beberapa menit saya terkejut dengan tindakan si ibu itu yang justru menolak uang itu.. ini jauh dari perkiraan saya.. padahal si ibu ini bercerita kalo pendapatannya dia sehari tidak tentu, terkadang 20 rbu kadang2 hanya 10ribu.. dan dia bilang seringkali dia makan indomie selama 5 tahun ini.. dan tak jarang pula dia makan dari makanan sisa yang ada di tempat sampah..
saya tertegun sejenak.. apa ini!? (dalam hati saya..)
masih adakah orang seperti ini!? wew.. saya takjub.. kok bisa dia melakukan ini!?
mengapa dia menolak uang itu?
mengapa dia tidak mau menerima “harta” itu..??
dia takut kalo uang itu berasal dari “yang tidak benar” dan dia takut terkena hukuman.. atau takut terkena hal2 negatif dalam hidupnya..
namun yang mau saya soroti di sini adalah hatinya..
ya… dia punya hati untuk jiwa2, dibalik fisiknya yang kita lihat kumal, di sana tersimpan hati yang sungguh mulia,, dia juga tidak mudah untuk menerima suatu pemberian..
hadiah atau pemberian itu justru menakutkan bagi dia, karena dia merasa tidak melakukan apa2 dan tidak layak untuk menerima itu..
hari itu saya belajar untuk kembali memaknai hidup ini,, justru bagi saya ibu ini adalah orang yang kaya.. disisa-sisa penghasilan yang dia punya, dia masih dapat memberikan nya kepada orang yang lebih membutuhkan.. saya hanya bisa merenung, padahal mungkin uang makan saya sehari bisa lebih banyak daripda uang pendapatannya,,namun apa yang pernah saya lakukan dengan uang itu untuk orang lain? sebaliknya dia justru menggunakan uang itu agar genaplah sukacita orang lain.. dia memberikan yang terbaik dari miliknya,, dan sebenarnya dia telah menuai apa yang dia tabur, mungkin dia merasa ini terlalu prematur untuk menuai apa yang dia tabur sehingga dia tidak mau langsung menerima tuaiannya itu..
inilah yang mau saya bagikan..
ayo sama2 kita menabur..
sama2 kita membagikan apa yang kita miliki supaya genaplah sukacita oranglain..
TOlong,, bertolong-tolongan lah kita,, karena suatu hari nanti kita juga pasti membutuhkan pertolongan..
semoga memberkati..
July 2, 2009 at 7:13 am
David..i’m touched!!
Selama ini gw uda terlalu cuek sama lingkungan sekitar.. Ga peka kalo ada orang-orang yang perlu bantuan..
Makasi ya vid..tulisan lo ini sangat menegur gw..
nb: hebat juga cara lo menulis dari meresume acara-acara di tivi..ditunggu hasil resume dari acara-acara yang lain..hahahhaa
July 2, 2009 at 9:20 am
iya seh,
menolong orang itu bukan hal yang harus dihargai dengan uang menurut gw,
itu udah kewajiban….
kadang gw gak sukanya mereka itu sering menjelek-jelekkan orang yang gak mau nolong..
padahal di jakarta kadang menolong orang malah bisa berakibat buruk buat kita… makanya cukup masuk akal banyak orang yang enggan untuk membantu…
susah emang hidup di jaman kayak gini….
July 3, 2009 at 2:35 pm
halo bro..
baik sekali sharing ceritamu..
aku sndiri memang pernah menonton tayangan ‘tolong’ ini..
tapi,blm terpikirkan buatku,kalau pada salah satu episodenya,ada orang yg sudah berhasil dpt hadiah karena telah menolong seseorang,yang menolak uang dari kru ‘tolong’ itu..
ini bener2 luar biasa..terlepas dari apapun alasannya..
ini hal yg amat langka terjadi..
terimakasih,kembali mengingatkanku,akan kebenaran ini:
“bahwa hidup bukan tentang kita,kesenangan kita,kebahagiaan kita,kenyamanan kita,dan kebesaran kita..,tetapi hidup adalah tentang menyenangkan Tuhan dan sesama”.
Mari Vid..bersama mulai mengerjakan perkara2 kecil bagi org2 lain!Krn tdk ada yg pernah sia2..