Kau sertai aku dalam setiap langkahku..
Malam itu langit begitu cerah.. pantulan sinar matahari dari bulan membuat malam itu begitu indah. mempesona. Bila saja malam itu hujan turun, mungkin tulisan dan cerita di blog ini tidak akan pernah terjadi,, karena rencananya pada malam itu saya dan kawan2 akan mendaki gunung tangkuban perahu, bila kami mendaki dalam keadaan hujan tentunya akan sangat berbahaya..
Pukul 24.00 kami tiba di kaki gunung tangkuban, tepatnya di daerah jayagiri,lembang.. kami menyewa angkot kalapa-dago yang sudah kami pesan sehari sebelumnya, dan kami dapat harga sekitar 90rb rupiah dari dago hingga lembang.. wew, harga yang lumayan miring bukan? setibanya di jayagiri, refleks yang muncul adalah mengabadikan momen ini. memang orang2 yang narsis.hehe.. tidak lupa kami mengajak pak supir angkot untuk berfoto bersama..hehe
Perjalanan mendaki pun dimulai.. pada awalnya semua masih nampak bersemangat dan segar.. penuh canda dan tawa.. kami ada 9 orang pada saat itu,yaitu: okta, dwi, rega, sarah, kiki, laura, ferri, becca dan saya sendiri. senandung lagu2 pun mulai bergema memecah kesunyian hutan yang gelap gulita itu.. sesekali sinar senter ku mencoba menembus gelapnya hutan yang pekat.. berjalan paling belakang sebagai sweeper ternyata mempunyai kesan tersendiri juga.hehe.. terkadang merasa ada seseorang yang mengikuti saya dari belakang..hoho..
Perjalanan mendaki pertama2 tidak bgitu sulit untuk dilalui, jalanannya landai tidak begitu terjal.. namun ada jebakan sedikit yang agak menghalangi jalan ku.. lumpur yang tidak kelihatan jelas membuat kaki kanan ku masuk lumayan dalam, hampir selutut. aku tidak bisa bergerak.. betapa sulitnya untuk naik sendiri lepas dari lumpur itu. aku dibantu oleh dua orang kawanku,kiki dan ferry, karena aku harus ditopang dan diangkat baru bisa keluar. Puji Tuhan aku tidak apa-apa.. Thx yah, guys..
selama pendakian aku lebih banyak memilih untuk diam akan tetapi tetap mengisi pikiran ini, berbicara dengan Dia, bernyanyi dalam hati atau suara kecil, mendengarkan obrolan dan candaan teman2, karena kata orang kalo di tempat2 kaya gini pikiran ga boleh kosong.. tak terasa kami hampir sampai di kawah gunung tangkuban perahu, hampir tiga jam lebih kami berjalan terus.. sesekali aku menatap hamparan langit.. wew.. bintang malam itu cukup membuat mata ini terperanjat.. cantik! itulah kata yang tepat untuk melukiskannya.. di tempat peristirahatan kami, aku membaringkan tubuh ini dan menatap ke langit, wow.. tangan ini seakan mencoba untuk meraih satu bintang.. tidur dengan beratapkan langit,, asik juga.hehe..
Sampailah kami di kawah, ini adalah kali kedua aku ke tangkuban perahu, bau belerang sungguh menyengat hidung ini.. kami tetap berjalan, menyusuri kawah ini.. hingga sampai pada satu titik di mana tidak ada jalan mendaki lagi, namun harus turun.. ya turun! turun ke arah kwah, pada mulanya aku sangsi apa kah benar ini jalan untuk mencapai puncak yang ada di seberang kawah ini..namun, menurut teman ku yang sudah pernah ke puncaknya, dia yakin kalo ini benar tracknya.. oke, kami melanjutkan perjalanan kami.. wew, pemandangan dari sini sangat indah sekali, namun puncaknya bukan di sini.. kami melihat bukit yang terpampang di depan kami.. itu, itu puncaknya! kita harus ke situ!! yup.. pada mulanya ada yang ragu untuk melanjutkan perjalanan karena takut nanti telat untuk melihat sunrise.. namun setelah kesepakatan bersama kami tetap terus berjalan.
Kali ini track pendakian yang sangat sulit, sangat curam,, sungguh ini sangat berbahaya.. ada beberapa bagian di mana saya harus melakukan pull-up.. bayangkan gmana dengan yang wanita?? sungguh saya sangat salut dengan semangat rekan2 wanita, mereka sangat gigih.. dan Tuhan selalu menyertai kami anak-anakNya.. Thx God.. tebing itu begitu kokoh, huuff, kalo saja kaki ku terpelincir sedikit, maka aku tidak tahu apa jadinya.. sampai di atas, kami dengan spontan berteriak.. teriak sukacita..wew! tidak dapat menyangka kami dapat melakukannya.. we did it guys!!
awan pagi dan kabut sangat tebal saat itu.. matahari pun nampak malu untuk memperlihatkan raut wajahnya.. yuP!! sunrise yang kami nanti2kan ternyata terhalangi oleh awan dan kabut.. andaikan tangan ini mampu untuk mengusir sang awan dan kabut mungkin ceritanya akan lebih seru lagi,,hehe.. namun apa daya.. kami hanya dapat melihat awan kemerahan pertanda sang matahari ingin menyapa kami..semilir angin kawah tangkuban membuat kami kedinginan.. beberapa dari kami nampak sudah kelelahan dan mulai memejamkan mata..
tak ada sedikitpun rasa kecewa di hatiku walaupun tidak dapat melihat sunrise.. karena bukan itu sebenarnya yang paling kuharapkan dari pendakian ini.. rasa kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan semakin terbangun dari perjalanan ini, kami menjadi semakin dekat satu sama lain.. dan juga canda tawa teman2 ku yang menggelitik membuat suasana semakin hangat dan akrab.. sempat terbersit di pikiran ku ketika mendaki, kalau momen ini mungkin adalah momen terakhir bersama2 dengan mereka.. karena mungkin di-keesokan hari kami semua sudah sibuk dengan kegiatan2 kami masing2,menyusun tugas akhir, dan lulus dari kampus..udah deh, kita bakal jarang ketemu lagi..
Perjalanan menuruni puncak ini tidak separah seperti mendaki,karena kami melalui track yang berbeda jadi bila dilihat kami ini memutari kawah gunung tangkuban perahu.. track turun ini tidak begitu sulit untuk dilalui, kami berhasil tiba dengan selamat di dekat kawasan kawah kurang lebih satu jam, kemudian kami menyewa angkot dari situ menuju lembang. sekitar pukul setengah 11 kami sampai di lembang dan langsung menuju ke tempat makan untuk mengisi perut.. bis makan langsung cabut ke bdung. tiba sekitar pukul 12.15 di daerah gandok..
Puji Tuhan kami semua dilimpahi berkat-Nya, sungguh penyertaan-Nya sangat luar biasa kami rasakan..
banyak pelajaran yang aku petik dalam perjalanan ini.. semoga teman2 yang lain juga dapat memeetik banyak pelajaran dan semakin bertumbuh di dalam Dia..
karena satu hal yang kupercaya: “Kau sertai aku dalam setiap langkahku..”
amin..
Gbu all..
Tags: navigator itb, tangkuban perahu
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
March 8, 2009 at 11:14 pm
kya!
seru emg vid..aplg pas mau ke puncak..mantafff..rock n roll itu! teringat kembali saat seorg teman berkata :sok jago kalian*wakaka…*
“Dia buka jalan..saat tiada jalan..”
g suka naek gunung..banyak banget yg bs direnungin dan bs dijadiin pelajaran dlm kehidupan sehari2..
March 9, 2009 at 12:26 pm
daviiiid…tulisan lo yang ini juga AWESOME kok!!
“sempat terbersit di pikiran ku ketika mendaki, kalau momen ini mungkin adalah momen terakhir bersama2 dengan mereka.. karena mungkin di-keesokan hari kami semua sudah sibuk dengan kegiatan2 kami masing2,menyusun tugas akhir, dan lulus dari kampus..udah deh, kita bakal jarang ketemu lagi..”
jangan gitu dong viiid…kita akan taklukkan beberapa gunung lagi..the next is burangrang trip…final trip is mahameru..iya kaaan??
“sungguh saya sangat salut dengan semangat rekan2 wanita, mereka sangat gigih”
hidup mengajarkan kami untuk menjadi wanita yang gigih vid..hehehee
david..temanku yang semakin bertumbuh.
Salut!!
March 9, 2009 at 1:01 pm
Luar biasa aku pribadi sangat mengucap syukur pd Dia..
melihat betapa setia-Nya Dia memberi pelajaran2 pada kita semua, dlm hal ini pd saudara-saudariku 2005 lewat pengalaman naik gunung..
salut buat 2005! Sangat salut bahkan!
Angkatan yg kompak, akrab, dekat, kekeluargaan yg kental.. doaku agar biar smua ini tetap dirasakan bahkan ketika kalian sudah ‘mencar’ ke mana-mana..amin!!
Tulisan2 mu bagus banget bro.. aku dukung bakatmu untuk menulis..
sangat memberkati.. sangat membesarkan hati.. dan membantuku secara pribadi tetap memandang Dia..
Pakai terus bagi kemuliaan-Nya ya! Dia pasti tersenyum tiap kali jarimu mulai mengetik di atas tuts keyboard untuk menceritakan karya ajaib-Nya..
[Penggenapan dari mzm 9:2!]
Yup, kekuatan-Nya yg menaungi kita. Tidak sekadar naik gunung, tapi bahkan dlm bentuk ‘gunung-gunung kehidupan’ lainnya. Keep on fire in Lord or lords, Lord Christ ya!
March 9, 2009 at 5:20 pm
@becca: apa aja nih pelajaran yang lo dapet bek? share dunk di sini,hoho..
@dwi: makasih dwi.. mari kita bertumbuh bersama-sama di dalam Dia..
Yup! next trip is burangrang mountain! dan terakhir nanti ke mahameru, mudah2an dapat terlaksana.. amin..
@bang tigor: trimakasih banyak bro.. saya juga senang kalo tulisan ku ini dapat menjadi berkat untuk orang lain,, terpujilah nama Tuhan.. biar Dia yang semakin besar dan kita semakin kecil..
abang juga dalam menggambar sangat total sekali,, bagus2 gambarnya.. aku juga mendukung bakat abang dalam menggambar..
thx bro, sharingnya..
Gbu all..
March 13, 2009 at 9:41 am
Bg david…
mantap sharingnya, menguatkan sekali…
-RS-
March 20, 2009 at 2:27 pm
mantab vid..
rindu gw mengalami hal kek gini..