Makna Natal
Natal adalah hari untuk memperingati turunnya (lahirnya) YESUS ke dunia ini,, hari di mana Sang Pencipta langit bumi ini mau turun ke dunia serupa dengan ciptaanNya dan tujuanNya hanya satu untuk menebus umat manusia dari belenggu dosa.
Saat ini sudah memasuki bulan desember, umat kristiani di seluruh dunia pastinya bersukacita menyambut bulan desember ini. Pada bulan inilah natal itu diperingati. Seakan banyak orang yang “repot” untuk mempersiapkan segala sesuatunya guna menghadapi natal ini..
NATAL.. apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kalimat ini??
apakah Pohon Natal? Sinterklas?
yup.. tepat sekali, Pohon Natal dan Sinterklas atau Santa Claus adalah dua hal yang identik dengan perayaan natal.
padahal apabila kita cermati mendalam, dua hal ini tidak ada hubungan religi nya dengan turunnya YESUS ke dunia ini..
Pohon Natal hanyalah sebuah Pohon Cemara yang dihiasi dengan lampu berwarna warni, lonceng-lonceng, bintang, dan ornamen lainnya. Sedangkan Sinterklas adalah sesosok bapak tua yang “dipercaya” memberikan hadiah atau kado natal kepada kita bila kita menggantungkan kaos kaki kita di depan pintu kamar atau dekat cerobong asap..
jadi di mana hubungan Pohon Natal dan Santa Claus dengan Natal itu sendiri?? Mengapa sampai-sampai di suatu negara dapat mengadakan suatu acara dengan para pesertanya menggunakan kostum sinterklaus semua dan mereka semua bersenang-senang..
Momen natal mempunyai makna yang lebih mendalam daripada hanya mengenai kado yang ditawarkan sang santa atau indahnya sinar dan kehangatan yang dipancarkan sesosok pohon cemara.. seringkali kita melupakan makna natal yang sesungguhnya,, seringkali kita langsung menyambut natal dengan, “wah,, baju baru nih, ada pohon natal nih di rumah, wahh,, bakal banyak makanan nih di rumah, bla bla bla.,,” dan banyak lagi..
Oke saya ingin membahas sedikit mengapa pohon natal bisa sampe ada di dunia ini juga dan ikut meramaikan dunia pernatalan.
Kisah asal mula pohon Natal sebagai simbol Natal tak lepas dari kisah seorang suci bernama St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius yang lahir sekitar tahun 680 di Devonshire, Inggris. Suatu ketika St. Bonifasius ditugaskan oleh Paus St. Gregorius II untuk mewartakan injil ke Jerman. Bersama beberapa pengikutnya, St. Bonifasius pun berangkat ke Jerman. Sang Santo ditugaskan untuk menyebarkan Injil kepada orang-orang Jerman yang memuja Dewa Thor. Menurut kepercayaan orang-orang itu Dewa Thor bersemayam di pohon oak besar ditengah Desa mereka.
Dalam sebuah perjalanan berat dan panjang, pengikut St. Bonifasius hampir menyerah, selain salju yang turun begitu hebatnya, malam itu adalah malam Natal. Tapi St. Bonifasius memberikan semangat kepada pengikutnya agar tidak menyerah apalagi misi mereka sebentar lagi selesai. Akhirnya sampailah mereka ke sebuah Desa dimaksud. Saat itu penduduk Desa sedang melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Thor di depan pohon oak besar. Malam itu juga akan ada penyerahan kurban manusia.
St. Bonifasius memperhatikan saja prosesi tersebut. Kemudian Sang Kepala Suku memilih satu anak kecil untuk dijadikan tumbal atau kurban. Anak tersebut digiring ke sebuah batu besar di depan pohon oak. Dengan palu besar sang kepala Suku bersiap memukul kepala anak tak berdosa tersebut sebagai penyembahan kepada Dewa Thor.
Sebelum palu itu benar-benar mengenai kepala si anak, St. Bonafisius segera bertindak, ia mengayunkan tongkat yang berujung tanda salib menangkis ayunan palu sang Kepala Suku. Palu tersebut jatuh dan patah menjadi dua. Seluruh penduduk takjub dengan kejadian tersebut.
St. Bonafisius lalu memberikan pencerahan kepada seluruh penduduk desa. Setelah itu ia menebang pohon oak besar tersebut, ketika pohon itu tumbang dan terbelah menjadi empat bagian, dibaliknya ternyata terdapat sebuah pohon cemara muda dengan ujungnya yang seakan menjorok ke surga.
St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, “Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.”
Sejak itulah pohon cemara identik dan disimbolkan sebagai pohon Natal
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
Sedangkan seluk beluk mengenai santa claus:
Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran
Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang berbunyi sebagai berikut:
“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus…”
“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…”
Sumber : http://media.isnet.org/
Jadi jelas bahwa sebenarnya santa klaus dan pohon natal tidak ada hubungannya dengan ajaran kristen,. Dan satu hal lagi natal itu sendiri tidak pernah diajarkan dalam alkitab, dan Yesus sendiri juga tidak pernah memerintah murid-muridNya untuk menyelenggarakannya. Di samping itu, tanggal 25 Desember juga diyakini bukan tanggal kelahiran Yesus, karena pada bulan tersebut adalah musim dingin dan di alkitab dengan jelas menyebutkan kalau pada saat kelahiran Yesus ada gembala,
Lukas 2:11a
“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”
Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.
“…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan
kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”
Jadi natal adalah bukan karena pohon natalnya, santa claus nya, atau tanggal 25 desember, lagu-lagu natal yang indah dan menawan, kado-kado yang memukau. Maknai natal lebih dalam lagi.. DIA lahir ke dunia ini bukan lah perkara yang mudah, sungguh suatu karya terbesar di muka bumi ini. Sungguh ini semua karena besar KASIH-Nya kepada kita, karena DIA sungguh mengasihi umat ciptaanNya.. DIA tidak ingin kita terjerumus dalam lobang maut. Trimakasih Tuhan Kau telah mau datang ke dunia yang hina ini dan mati kemudian bangkit untuk menyelamatkan kami dari maut. Sungguh Engkaulah Tuhan dan Jurus’lamat kami yang hidup….
NB: yang mau tau tentang asal usul natal bisa klik di sini
Tags: natal, pohon natal, santa claus, Yesus
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
December 24, 2008 at 6:00 pm
ohhh..
jadi itu asal usul pohon natal sama sinterklas ya…
baru tahu….
December 26, 2008 at 4:18 pm
bener meamng TuhanYesus bukan lahir pada bulan 12. tapi itu bukan menjadi persolanan karema ini natal sebenarnya adalah bagaman kasih Allah kepada manusia sehingga dia rela turun ke dalam dunia mengabil rupa seorang manusia. makana natal bukan terletak pada hiasanya tp pada kasih.
banyak saudar -saudar kita yng mempersoalkan bln 12 tapi itu bkn masalah tapi yang menjadi masalah apa kah mereka mengrti tentang kelahiran itu sendri
January 12, 2009 at 5:18 am
wah info yang menarik. makasih om!!!
September 19, 2009 at 4:22 pm
yah…NATAL itu merayakan ulang tahun Yesus..tp kadang2 org Kristen sibuk mempersiapkan PESTAx tp lupa dgn Sang empunya acara