sedikit pemikiran yang kutumpahkan dalam kertas..
Turunnya Tarif Telekomunikasi dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial serta Ekonomi Masyarakat Indonesia
Oleh : Daniel David Parsaoran
“Penurunan tarif justru menguntungkan konsumen karena selama ini yang terjadi operator surpluss dan consumen loss, sehingga dengan tarif yang baru diharapkan akan terjadi solusi yang saling menguntungkan antara konsumen dan operator,”
Heru Sutadi (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)
Sumber: www.kapanlagi.com (Senin, 28 April 2008)
Dewasa ini telepon seluler atau biasa dikenal dengan sebutan handphone adalah barang yang tidak asing lagi di mata masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Telepon seluler atau telepon genggam sudah bukan merupakan barang mewah yang hanya dapat dimiliki oleh kalangan tertentu saja. Saat ini mulai dari golongan menengah ke bawah sampai ke golongan atas pun sudah banyak yang memiliki telepon genggam ini. Dengan telepon genggam yang harganya ada yang relatif murah dan terjangkau maka telepon genggam ini dapat dimiliki oleh banyak golongan menengah ke bawah.
Dahulu kala sebelum telepon seluler ini muncul, orang sulit sekali untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. Hal ini disebabkan karena terkendala di masalah biaya yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh masih dirasakan cukup mahal dan jumlah untuk memfasilitasi orang untuk berkomunikasi juga masih sedikit. Akan tetapi setelah telepon seluler mulai bermunculan, yaitu sekitar tahun 90-an di Indonesia, semua hal itu berubah pula. Alasan untuk sulit menghubungi atau berkomunikasipun menjadi luntur karena apabila seseorang sudah memiliki telepon seluler maka dengan mudah orang tersebut dapat menghubungi rekan atau orang lain yang juga memiliki telepon seluler di waktu kapan saja dan di mana saja.
Telepon seluler dapat digunakan dengan baik sesuai dengan fungsi utamanya yaitu sebagai alat komunikasi tentu saja bila di dalam telepon seluler tersebut memiliki “bensin” yaitu pulsa. Pulsa telepon berkaitan erat dengan tarif yang diberlakukan dari “sang provider”. Pulsa telepon yang bernilai sama-sama Rp 100.000,- akan berbeda besarnya bila sang provider contoh Provider A, menurunkan tarif sms dari Rp 350 per sms menjadi Rp 99 per sms dan tarif percakapan juga diturunkan dari Rp 1.500 /menit menjadi Rp 500 /menit maka tentu saja dengan pulsa yang sama yaitu Rp 100.000 seseorang sudah dapat melakukan pengiriman sms sekitar 1010 buah sms (dengan tarif Rp 99/sms) dibandingkan bila tarifnya Rp 350/sms maka hanya dapat melakukan pengiriman sms sekitar 285 buah sms. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan dalam hal penurunan tarif ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, tarif penggunaan telepon dan harga telepon genggam menurun. Hal ini dikarenakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk provider-provider agar menurunkan tarif telekomunikasi. Ini membuat semakin banyak orang mampu memiliki telepon seluler dan juga semakin banyak orang yang melakukan percakapan komunikasi melalui telepun seluler. Dengan penurunan tarif ini tentu saja akan membawa dampak yang sangat banyak dalam berbagai bidang seperti bidang sosial dan ekonomi untuk masyarakat Indonesia.
Dampak Turunnya Tarif dalam Kehidupan Sosial
Setelah munculnya kebijakan untuk menurunkan tarif sehingga banyak provider yang menurunkan tarif operatornya, membuat banyak kalangan masyarakat menyikapinya dengan berbagai hal. Dan muncul banyak pandangan mengenai dampak dari kemunculan penurunan tarif tersebut. Dengan adanya penurunan tarif ini membawa dampak dalam kehidupan bersosialisasi masyarakat. Dampak tersebut ada yang berdampak positif maupun negatif.
· Perkembangan Komunitas – komunitas baru
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi dengan adanya penurunan tarif ini, yang bukan hanya menurunkan tarif untuk sms atau telepon tetapi juga menurunkan tarif GPRS, maka semakin banyak juga konsumen yang menggunakan telepon genggam nya untuk keperluan-keperluan seperti chatting atau membuka internet dengan menggunakan sambungan GPRS. Dengan media chatting ini banyak bermunculan komunitas – komunitas baru sehingga aktifitas bersosialisasi dengan banyak teman dan mungkin dari segala penjuru Indonesia menjadi semakin mudah untuk dilakukan.
Tarif yang murah membuat pelanggan sering melakukan koneksi untuk ber-chit-chat ria dengan banyak orang dan dari segala tempat. Dapat berkenalan dengan teman-teman baru di belahan lain di Indonesia ini. Sehingga dengan penurunan tarif ini berdampak positif untuk dapat berlama-lama melakukan sambungan GPRS. Kehidupan bersosialisasi pun dapat terfasilitasi dengan baik karena kita dapat mengobrol, berbagi atau bertukar informasi mengenai kehidupan sehari – hari, dan lain – lain.
· Perubahan gaya hidup dalam menggunakan telepon seluler
Dahulu ketika tarif komunikasi untuk melakukan panggilan sangat mahal, sangat jarang orang menggunakan telepon selulernya untuk melakukan panggilan. Mereka lebih sering menggunakan media pengirim pesan singkat untuk saling bertukar informasi dan lainnya. Karena biaya yang terlalu mahal lah yang membuat kebanyakan orang lebih menyukai menggunakan sarana pesan singkat.
Namun, ketika tarif baru sudah mulai diberlakukan maka banyak orang lebih menyukai melakukan panggilan langsung daripada mengetik pesan di media pesan singkat. Hal ini membuat pelanggan merasakan kemudahan langsung dalam melakukan komunikasi sehingga akses untuk bersosialisasi pun terbuka lebar. Tak ayal seringkali pelanggan berlama-lama menggunakan telepon selularnya hingga berjam-jam lamanya karena tarif yang sangat murah. Hingga berkembang kata-kata di masyarakat: ”awas baterenya habis” sudah bukan “awas pulsanya habis” lagi.
· Semakin mempererat tali silatuhrahmi
Tali silahturahmi dapat terjaga dengan baik sebagai dampak dari penurunan tarif ini. Mengapa demikian? Karena dengan tarif yang tergolong murah, maka semakin mudah seseorang untuk bersilatuhrahmi dengan kerabat, sanak saudara dan orang lain. Tarif yang murah membuat seakan jarak yang jauh tidak begitu berarti dengan harga yang dikeluarkan. Masyarakat pun semakin sering untuk menggunakan telepon selularnya untuk membangun tali silahtuhrahmi agar semakin erat.
Selain itu, tarif komunikasi yang murah juga memanjakan konsumen untuk dapat menggunakan telepon seluler dengan durasi yang agak lama. Banyak promosi yang biasanya diberikan oleh provider-provider ketika berdekatan dengan hari raya besar keagamaan. Contoh: seperti Lebaran, Natal dan tahun baru misalnya, biasanya banyak promosi juga yang diberikan oleh provider-provider. Hal ini sangat menunjang masyaraka Indonesia untuk dapat bersosialisasi dengan sanak saudaranya dan membawa dampak yang positif juga sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang erat dan kembali silahturahmi terjaga dengan baik.
· Malas untuk berkomunikasi tatap muka langsung
Turunnya tarif komunikasi tidak saja membawa dampak positif kepada masyarakat Indonesia tetapi juga membawa dampak yang negatif. Dampak negatif ini adalah orang menjadi semakin malas untuk berkomunikasi dengan bertemu langsung. Untuk bertemu tetangga rumah saja kini dapat dengan mengambil telepon seluler, menekan nomor telepon seluler tetangga dan langsung mengobrol. Ini sebagai akibat dari penurunan tarif komunikasi yang semakin murah sehingga banyak orang lebih memilih menggunakan telepon seluler saja.
Banyak kalangan masyarakat yang beranggapan dengan muncul dan berkembangnya telepon seluler apalagi dengan turunnya tarif telekomunikasi akan membuat nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang berjiwa kekeluargaan dan gotong royong menjadi luntur. Dahulu, orang-orang selalu melakukan komunikasi secara langsung dengan tatap muka dalam penyampaian pesan, sehingga rasa kekeluargaan semakin terasa erat karena ada hubungan secara emosional. Sedangkan saat ini, untuk menghubungi tetangga yang bersebelahan rumah pun menggunakan telepon seluler. Dengan label efektifitas, membuat penggunaan telepon seluler lebih digemari oleh masyarakat. Namun disisi lain nilai-nilai sosial dan kekeluargaan semakin luntur. Pertemuan-pertemuan tatap muka menjadi semakin jarang. Secara emosional memang sudah sangat berbeda antara komunikasi secara tatap muka dengan menggunakan telepon seluler, dengan menggunakan telepon seluler kita tidak dapat mengetahui kondisi emosional dan psikologis dari lawan bicara kita. Sehingga isi pesan pun terkadang tidak akurat dalam penyampainnya karena hanya dapat mendengar suara saja tanpa dapat melihat bagaimana raut wajah dari lawan bicara kita.
Dampak Turunnya Tarif Telekomunikasi dalam Bidang Ekonomi
Penurunan tarif telekomunikasi ini disambut baik oleh masyarakat. Dengan penurunan tarif ini membawa dampak juga yaitu perang tarif yang dilakukan oleh banyak operator untuk bersaing guna meraih pasar dan konsumen yang banyak. Justru dengan adanya perang tarif ini sebenarnya konsumen lah yang diuntungkan. Karena konsumen mempunyai banyak pilihan untuk memilih dan menggunakan operator mana dan keuntungan apa saja yang didapatnya.
Tentu saja dengan keuntungan – keuntungan yang didapat oleh para konsumen ini berpengaruh atau berdampak dalam bidang ekonomi. Banyak hal yang dapat ditarik dari dampak penurunan tarif ini bila ditinjau dari sisi ekonomi. Dan tentu saja dampak – dampak yang timbul tidak saja dampak positif tetapi juga ada yang berdampak negatif.
· Munculnya banyak lapangan pekerjaan baru
Dewasa ini pasti kita sering menjumpai di jalan – jalan atau di sekitar tempat tinggal kita banyak sekali orang yang membuka usaha penjualan pulsa, baik itu pulsa elektronik maupun pulsa fisik. Bila kita perhatikan, ini ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif telekomunikasi. Karena dengan adanya kebijakan tersebut masyarakat menjadi lebih banyak permintaan pulsa. Mereka menjadi lebih sering menggunakan pulsa mereka.
Lapangan pekerjaan ini tentu saja adalah dampak positif dari adanya penurunan tarif telekomunikasi. Dalam benak saya ke depannya mungkin dapat diadakan usaha – usaha baru yaitu seperti usaha untuk menyewakan telepon selular kita kepada orang lain, dan orang yang memakainya akan dikenakan bayaran sesuai dengan harga yang telah disepakati. Tentu saja hal ini akan menguntungkan masyarakat, karena dengan ini masyarakat memperoleh pendapatan yang lain. Mungkin hal ini dapat terealisasi di daerah terpencil atau pedesaan, di mana penduduk nya sebagian tergolong miskin dan mungkin mereka hanya memerlukan telepon selular hanya sebentar sehingga daripada mereka membeli mereka lebih baik meminjam saja dengan ada ongkos sewa nya.
Itu adalah pemikiran kecil saya saja, tentu saja ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Dan ke depannya dapat dikembangkan banyak usaha – usaha baru terkait dengan penurunan tarif ini. Sehingga diharapkan dapat tercipta kemandirian bangsa dalam sektor perekonomian.
· Masyarakat semakin produktif
Presiden Direktur Excelcomindo Hasnul Suhaimi mengatakan tarif telepon cenderung terus menurun. “Terbukti (tarif rendah) meningkatkan produktivitas dan perekonomian,” ujarnya kepada pers di Mataram, Jumat (22/2) malam.
Sumber: www. tempointeraktif.com
Dengan adanya kebijakan penurunan tarif ini tentu saja dapat meningkatkan produktivitas dalam masyarakat. Masyarakat kini sangat bergantung dengan teknologi telepon selular ini, bisnis mereka dapat berjalan baik karena adanya komunikasi yang baik pula antar rekan bisnis. Oleh karena itu, para pelaku bisnis seringkali menggunakan perangkat teknologi ini sebagai alat perantara untuk ikut andil dalam menjalankan bisnis mereka.
Tarif yang murah membuat masyarakat menjadi lebih sering untuk melakukan percakapan baik itu untuk bisnis atau mengenai hal – hal yang membuat mereka menjadi memiliki nilai tambah. Sebagai contoh, karena tarif kini sudah agak murah, banyak kita temui tempat – tempat usaha penjualan makanan atau lainnya memiliki layanan atau jasa untuk pengantaran makanan konsumen, dan tentu saja konsumen dapat menghubungi langsung ke nomor telepon seluler yang memiliki usaha tersebut. Betapa semakin mudahnya dan menguntungkan semua pihak ketika tarif ini lebih murah, bahkan mungkin lebih murah dari telepon rumah biasa. Oleh karena itu banyak penjual memberi nomor telepon selularnya dari pada nomor telepon rumah.
· Hidup konsumtif
Di samping produktivitas yang semakin meningkat, pola hidup masyarakat juga ikut menjadi konsumtif. Ini merupakan dampak lain karena adanya penurunan tarif telekomunikasi. Masyarakat menjadi lebih sering menggunakan telepon seluler mereka untuk melakukan percakapan atau sms. Dan tanpa mereka sadari juga pulsa mereka sebenarnya sudah banyak yang habis. Bahkan tak jarang juga yang menggunakan telepon selulernya untuk melakukan percakapan hingga berjam-jam. Dan itu tidak hanya dilakukan satu atau dua hari bahkan dalam satu minggu dapat mencapai tiga atau empat hari seseorang melakukan percakapan yang “jauh” dari batas normal.
Kesimpulan
Tarif telekomunikasi yang turun memang memberikan banyak dampak untuk masyarakat Indonesia. Dan dampak – dampak tersebut tidak hanya dampak positif tetapi juga ada dampak negatif. Seringkali masyarakat menggunakan telepon selular mereka dengan batas yang tidak wajar (konsumtif). Dan hal ini justru membuat kerugian untuk orang lain. Karena tarif turun maka semakin banyak yang menggunakan teleponnya, sehingga trafik pun melonjak. Hal ini tentu saja dapat merugikan orang lain, di mana orang lain menjadi sulit untuk melakukan komunikasi dengan yang lainnya. Dan juga apabila kita masih dapat untuk bertemu dengan orang yang ingin kita hubungi, lebih baik langsung bertemu tatap muka saja. Jangan langsung menggunakan telepon selular kita untuk menghubungi orang tersebut, karena sebenarnya banyak nilai yang terkandung apabila kita bertemu dengan menatap muka langsung. Kita dapat melihat raut muka, emosi nya saat kita melakukan pembicaraan dari kita, dan tentu saja pesan yang ingin kita sampaikan akan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita karena dia juga dapat melihat raut wajah kita dalam menyampaikan isi pesan kita. Kemudian di sisi lain ini juga akan mengurangi trafik yang ada pada jaringan.
Oleh karena itu diharapkan masyarakat juga bijak dalam menggunakan telepon selular mereka, agar semua pihak merasa diuntungkan. Dan di sisi lain juga diharapkan operator menambah jaringan infrastrukturnya, agar pelayanannya juga semakin baik. Sehingga masyarakat pun merasa puas akan layanan dan tarif yang diberikan. Jadi tidak hanya tarif saja yang menjadi pertimbangan utama masyarakat untuk menentukan ingin bergabung dengan operator yang mana, namun layanan yang diberikan “sang operator” lah yang nantinya akan menjadi pertimbangan utama.
Tarif murah XL mendapatkan pengakuan dari analis keuangan internasional Morgan Stanley yang menyatakan XL memiliki nilai pendapatan per menit (revenue per minute clean) termurah ke-2 di kawasan Asia. Sumber: www.biskom.web.id
December 14, 2008 at 7:47 am
emang bener sey….
tapi alesan yang paling buat gw setuju bgt
bisa ningkatin silaturahmi
^_^
December 15, 2008 at 3:33 pm
moga sukses deh artikelnya..
anyway..buat apa ya vid artikel lo?
July 19, 2009 at 6:36 pm
mm… thanks.