PLTA Pikohidro
Pembangkit Listrik Tenaga Air skala Pikohidro untuk membangun Kemandirian Bangsa dalam Penyediaan Energi Listrik
Dewasa ini listrik merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam kebutuhan primer umat manusia. Hampir semua kalangan masyarakat baik dari yang berekonomi tinggi sampai ekonomi rendah sangat membutuhkan energi listrik. Listrik sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Hampir semua aktivitas kita dalam sehari-hari menggunakan listrik, sebagai contoh: menonton televisi, bermain komputer, menyalakan lampu untuk menerangi ruangan, dan lain-lain. Di samping itu banyak juga barang-barang di sekitar kita yang sering kita gunakan juga memakai energi listrik, seperti: kulkas, handphone, komputer, radio, printer, mesin fotokopi, dan lain-lain. Listrik sangat menunjang aktivitas kita karena dengan listrik kita juga dapat meningkatkan taraf hidup kita. Jadi, menurut opini saya apabila bangsa kita ini dapat mandiri dalam hal penyediaan listrik maka saya yakin taraf hidup bangsa kita dapat lebih baik dari sekarang ini.
Menurut data yang ada, di Indonesia ini masih banyak daerah terutama daerah pedesaan yang belum dimasuki atau dialiri aliran listrik. Dari daerah yang belum dialiri listrik itu banyak diantaranya yang berlokasi di daerah sekitar sungai, padahal sungai ini merupakan salah satu potensi untuk menghasilkan energi listrik. Kita dapat mengubah energi aliran arus sungai itu menjadi energi listrik dengan cara menggerakan generator melalui arus air sungai tersebut dan kemudian dari generator tersebut akan dihasilkan yang dinamakan arus listrik. Arus listrik yang dihasilkan ini dapat kita salurkan ke rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar pembangkit tersebut. Karakteristik sungai di Indonesia ini adalah sungai yang landai dan arus sungai nya juga tidak begitu deras, maka sangat memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro.
Mengapa pembangkit listrik ini dinamakan berskala pikohidro? Karena pembangkit listrik ini hanya dapat menghasilkan sekitar 5 kWatt ke bawah. Nilai itu hanya untuk 1 pembangkit saja. Apa bila kita membuat sekitar 3 buah saja, ini sudah cukup untuk menerangi sekitar 30 rumah penduduk yang ada di sekitar sungai tersebut dengan asumsi 1 rumah mengkonsumsi daya 50 Watt untuk penerangan saja. Besar energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik ini memang tidak begitu besar. Karena memang dari inputnya sendiri yang merupakan arus sungai itu juga tidak terlalu besar, namun saya yakin dengan adanya listrik, walaupun hanya untuk menyalakan lampu, maka akan sangat membantu masyarakat kita dalam aktivitasnya terutama dalam malam hari.
Untuk membuat 1 pembangkit listrik tenaga pikohidro ini memang tidak membutuhkan biaya yang begitu mahal. Pembuatannya pun relatif lebih mudah dari pada pembuatan pembangkit listrik tenaga yang lain. Selain itu saya juga yakin apabila kita sebagai mahasiswa ingin menurunkan ilmu kita dalam pembuatan pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro ini kepada masyarakat maka masyarakat pasti akan bisa juga menyerap ilmu yang kita berikan. Saya berbicara seperti ini bukan tidak ada buktinya. Terbukti proyek angkatan Elektro 2005, yang bernama PALAPA, untuk membangun pembangkit ini di daerah Garut dapat kami (angkatan 2005 Elektro ITB) turunkan ilmu-ilmunya ke masyarakat setempat. Kami memberikan penyuluhan kepada beberapa penduduk setempat di sana selama beberapa hari. Terlihat antusiasme masyarakat setempat dalam menyambut pembangunan pembangkit listrik tenaga pikohidro ini di daerah mereka. Di sana mereka mendapat kan pembekalan mengenai pembangkit ini, jadi apabila ada kerusakan pada kemudian hari mereka dapat memperbaikinya sendiri, selain itu juga mereka dapat menciptakan sendiri pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro yang lain tanpa bantuan dari kita sebagai mahasiswa. Intinya adalah kami ingin membangun desa tersebut akan tetapi bukan kami yang proaktif melainkan penduduk desa tersebut yang lebih proaktif dan mandiri dalam hal pembangunan dan pemeliharaan pembangkit listrik tersebut.
Dari Ilustrasi di atas, dapat kita lihat bagaimana pendistribusian listrik dari pembangkit yang ada di sekitar sungai sampai ke rumah-rumah penduduk. Dapat kita lihat bahwa pembuatan dan pendistribusian dari sistem pembangkit pikohidro ini tidak terlalu rumit. Dengan membuat manual dan tutorial-tutorial yang mudah dimengerti oleh masyarakat, maka saya yakin kalau masyarakat sekitar juga pasti akan bisa mengerti dan juga dapat membuat alat yang serupa dan diharapkan mereka akan juga bisa memelihara pembangkit ini untuk ke depannya. Jadi apabila ada kerusakan merka dapat memperbaikinya sendiri.
Banyak daerah di Indonesia yang berpotensi besar untuk dibangun pembangkit listrik tenaga air skala pikohidro ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan besarnya peran pemerintah di sini untuk mengembangkan pembangkit ini agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Saya berpikir bila pemerintah hanya mengadakan pelatihan-pelatihan tentang bagaimana membuat dan memelihara mesin ini di beberapa daerah tertentu saja mungkin ini juga dapat meng-cover daerah-daerah di sekitar nya. Maksud saya adalah seperti ini, pemerintah mengadakan pelatihan khusus di Garut. Pemerintah hanya mengundang 1 perwakilan dari daerah Tasikmalaya, 1 perwakilan dari daerah Sidoarjo, 1 perwakilan dari Serang. Kemudian dari pelatihan khusus yang diberikan ini kepada 3 perwakilan daerah tersebut diharapkan mereka juga dapat secara mandiri menyebarkan ilmu yang mereka dapat ke daerah-daerah lain yang ada di sekitar daerah mereka sendiri. Jadi dengan begitu akan banyak daerah yang secara mandiri dapat membangun dan memelihara pembangkit listrik tenaga pikohidro ini.
Apabila kebutuhan listrik dapat dipenuhi oleh banyak masyarakat, maka dapat kita lihat keuntangan apa saja yang dapat diperoleh mereka. Pastinya perekonomian daerah mereka akan terpengaruh. Akan ada peningkatan dari segi ekonomi, karena mereka jadi dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menghasilkan sesuatu barang atau jasa (dapat memproduksi sesuatu). Kemudian dari segi mobilitas, mereka juga dapat melakukan banyak aktivitas yang lebih lama lagi pada saat malam hari karena adanya penerangan dari lampu yang mendapat energi listrik dari pembangkit pikohidro ini. Anak-anak juga dapat belajar lebih nyaman pada saat malam hari. Mereka tidak lagi menggunakan lampu minyak atau lampu teplok yang remang-remang, yang justru akan membuat sakit mata bila terlalu lama membaca di daerah yang tidak begitu terang.
Dalam merealisasikan apa yang telah dijabarkan di atas tentunya diperlukan peran pemerintah yang sangat besar. Saya mengharapkan agar bahan baku dalam pembuatan pembangkit ini dapat disubsidi oleh pemerintah, agar rakyat kecil tidak terlalu dibebani dengan harga bahan bakunya saja. Apabila hal ini dapat terlaksana dengan baik saya yakin bangsa kita akan dapat mandiri dalam penyedian listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan taraf hidup bangsa kita pun akan semakin membaik. Mungkin ini adalah salah satu cara untuk membangun kemandirian bangsa kita terutama dalam hal penyediaan listrik dalam kebutuhan sehari-hari. Karena listrik untuk kehidupan yang lebih baik.
Tags: HME ITB, palapa, pikohidro
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
May 16, 2008 at 4:02 am
Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/pembangkit_listrik_tenaga_air_skala_pikohidro_untuk_membangun_kemandirian_bangsa_dalam_penyediaan_energi_listrik
May 26, 2008 at 6:21 am
wah ide yang bagus, sayang saya bukan jurusan elektro jadi ga terlalu banyak ngerti dengan pikohidro ini. ysng saya ingat paling hanya ketika smp atau sma menhitung energi potensial dari suatu ait terjun Ep = pgh. yang artinya semakin tinggi head (posisi) maka enargi yang dihasilkan akan tinggi pula dengan efisiensi generator tertentu.
saya jadi kepikiran coba pemanfaatan pikohidro ini dibuat di soal2 fisika, atau dijadikan bahan pelajaran dan dimasukkan dikurikulum smp/sma mungkin generasi muda akna kepikiran pemafaatan lanjutannya.
oh iya saya banyak nyerocos ya, kalo boleh bertanya efesiensi dari pikohidro sendiri gimana ? apakah sama efisiensi pembangkit yang dibuat oleh mahasiswa dengan yang dibuat oleh masyrakat. mungkin dari situ kita bisa mengukur tranfer ilmu yang telah dilakukan mahasiswa kepada masyarakat. kalau efisiensinya hampir sama menurut saya dapat disimpilkan bahwa tranfer ilmu yang dilakukan sudah berhasil
salam dan salut pada team palapa. eh bolehkah saya tahu lebih lanjut tentang palapa ? kali aja bisa dibikin didaerah lainkan he…..he.
penjelasan masterplannya gimana gitu ?
salam kenallah ya
October 15, 2008 at 1:38 am
Salam Kenal
saya sangat tertarik dengan teknologi pikohidro..saya bekerja di Dinas Pertambangan dan Energi Prov. NTT..saya berkecimpung di pengembangan energi baru terbarukan antara lain PLTMH, PLTS, Biogass..dan sekarang saya berusaha u mengembangkan teknologi pikohidro..namun saya kesulitan u rancang bangunnya..maka dengan ini saya mohon penjelasan dan gambar/plant u pengembangan lebih lanjut, terima kasih..
October 28, 2008 at 8:55 am
wah…. iya iya, menarik apa yg disampaikan oleh tmn saya bang david ini ^^
buat mas raja:
betul, semakin besar beda ketinggian antara sumber air dgn posisi turbin, nergi listrik yg dihasilkan semakin besar–secara hitung2an.
sejauh ini kami [tim palap] bekerja sama bersama warga dlm instalasi pikohidro ini. pembangkit listrik [kincir] sederhana yg telah dimiliki warga secara umum kami nilai efisiensinya lebih rendah daripada yg tim palapa bikin.
alat dan bahan yg digunakan tentu menjadi salah 1 alasannya ^^
buat mas joko:
untuk info lebih jelas ttg pikohidro PALAPA, mas/bpk bisa mengirim email ke
ochal21@yahoo.com utk sementara,
terimakasih..
vid, lanjutin lg lah di tempat laen ‘proyek’ kau ini,
hehehe
March 12, 2009 at 9:33 am
buat pak joko supriyanto kupang NTT, nggak usah cari jauh-jauh di NTT juga bisa buat turbin pikohidro, nggak sulit ko, hubungi aja Fakultas Teknik Undana ,
aku pasti bantu Bapak,
thks
April 27, 2009 at 1:42 pm
mas tolong tunjukin cara membuat PLTA sedrhana berserta gambar???Trims
August 21, 2009 at 5:54 pm
mantap vid..
bangga lah awa ini ma kau!
oh iya, buat temen2 yang ingin tahu lebih banyak tentang pembangkitan energi terbarukan dan masalah2nya, kunjungi saja :
http://www.konversi.wordpress.com
semoga bermanfaat,
Salam,
October 7, 2009 at 2:28 pm
Saya Sangat Tertarik Sama apa yang anda paparkan, Hal Itu sangat cocok dengan kondisi T4 Saya Namun saya Tidak paham Bagaimana cara membuatnya